The Voice of God Daily
May 9, 2026

Allah Says: Cukup — Berhenti Menyebut Dirimu Rusak

Panggilan lembut namun tegas tentang kata-kata yang sudah kita ucapkan kepada diri sendiri selama bertahun-tahun

"Lihat, Aku akan melakukan sesuatu yang baru; sekarang semuanya itu sedang berkembang, tidakkah kamu mengetahuinya? Aku akan membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang pasir."

Yesaya 43:19

Ada satu momen dalam video di mana kata-katanya terasa seperti pukulan: "Kamu sudah bertahun-tahun menyatakan kekalahannya atas hidupmu sendiri." Bukan hidup orang lain — hidupmu sendiri. Dan tiba-tiba tuduhan itu bukan lagi sesuatu yang menyakitkan; ia berubah menjadi undangan. Karena kalau Tuhan sendiri yang mengatakannya, mungkin Dia juga yang siap untuk melakukan sesuatu tentangnya.

Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa kita telah terikat dalam perjanjian dengan pembicaraan negatif diri sendiri. Kita sudah melatihnya begitu lama sampai rasanya seperti kejujuran belaka. "Aku memang rusak," kata kita. "Aku tidak cukup baik." "Aku tidak akan pernah bisa melakukan ini dengan benar." Kita mengucapkan semua ini kepada diri sendiri dengan fasih yang jarang kita bawa ketika meminta berkat. Dan musuh telah belajar menggunakan lidah kita sendiri sebagai mikrofonnya — memperkuat setiap kegagalan, setiap retakan, setiap kejatuhan.

Tapi dengarkan bagaimana Tuhan merespons hal-hal yang rusak. Dia tidak berdebat dengan penilaian dirimu sendiri. Dia tidak menawarkan hiburan murahan. Dia mengucapkan sesuatu yang baru.

"Lihat, Aku akan melakukan sesuatu yang baru; sekarang semuanya itu sedang berkembang, tidakkah kamu mengetahuinya?" (Yesaya 43:19). Itu bukan sekadar saran lembut. Itu adalah Pencipta alam semesta, seolah-olah membangunkanmu, berkata: Aku telah membuat sesuatu yang baru di dalammu. Berhenti menatap reruntuhan.

Rasul Yakobus, dengan caranya yang praktis dan terus terang, berkata begini: "Dengan lidah kita memuji Tuhan dan Bapa kita, dan dengan lidah itu kita mengutuk manusia yang telah diciptakan menurut gambar Allah" (Yakobus 3:9). Dia tidak sedang mendramatisir. Dia sedang menyebutkan kontradiksi rohani yang kita jalani setiap hari — memberkati Tuhan dengan bibir kita sambil mengutuk citra Tuhan pada orang lain, dan terutama pada diri kita sendiri.

Allah tidak bermain-main dengan kekuasaan yang tersimpan di dalam lidahmu. Amsal 18:21 tegas berkata: "Hidup dan kematian ada di tangan lidah." Bukan secara metaforis. Secara rohani. Jadi ketika kamu memilih untuk menyatakan iman atas keadaanmu alih-alih menyerah pada kecemasan, kamu bukan sedang naif. Kamu sedang memasuki yang supranatural.

Ada sebuah cerita yang saya bagikan di video hari ini yang tidak muat di sini — tentang seseorang yang menyadari bahwa keluhannya kepada Tuhan setiap malam sebenarnya sedang merusak imannya sendiri. Kalau ini menggugah sesuatu di hatimu, luangkan waktu lima menit untuk menonton video ini.

Hari ini, Tuhan sedang menempatkan bahasa baru di mulutmu. Bukan optimisme kosong — pernyataan yang dipimpin Roh yang sejati. Kamu bukan apa yang saat terburukmu katakan tentang dirimu. Kamu adalah apa yang Tuhan katakan tentangmu. Dan Dia berkata bahwa kamu dikasihi, dipilih, dan utuh.

Ucapkan itu dengan lantang, bahkan ketika semua yang di sekitarmu berbisik hal lain.

A prayer

Bapa, aku datang kepada-Mu dengan kelelahan dari tuduhan-tuduhan yang kuayakan sendiri terhadap diriku sendiri. Ampunilah aku karena waktu-waktu ketika aku telah menerima tuduhan musuh sebagai identitasku. Hari ini aku menerima sesuatu yang baru dari-Mu — bukan karena aku telah earnya, melainkan karena Engkau telah mengucapkannya. Pasanglah penjaga di bibirku. Biarlah kata-kata mulutku sejalan dengan kebenaran tentang siapa yang Engkau katakan aku ini. Aku memilih hari ini untuk mengucapkan hidup, kesembuhan, dan iman atas keadaanku. Terima kasih bahwa apa yang Engkau nyatakan, Engkau juga sampaikan. Dalam nama Yesus, Amin.

Get God's message in your inbox each morning.

A short devotional, a verse, and a prayer. 6 AM ET, every day. Unsubscribe anytime.

We'll send a quick confirmation email. We never share your address.

Related devotionals

Get today's devotional by email