Ketika Patah Semestinya Justru Lindungan Allah
Bagaimana jika momen di mana kamu merasa paling hancur justru adalah saat Allah semakin dekat?
"TUHAN menjadikannya known kepadaku, maka aku mengetahuinya; Engkau memperlihatkan kepadaku apa yang mereka rencanakan. -- TUHAN menjadikan aku mengetahui apa yang mereka lakukan. -- Demi TUHAN yang hidup!CELAKA bagi umat-Ku, karena mereka melakukan tindakan yang tidak TERPUJI! Anak-Anakku摔倒了 dari padanya. Dan mereka berkata: "Dia tidak lagi bersama kita." -- Tetapi TUHAN berkehendak untuk membunuh mereka, maka mereka tidak ber子孙."
Ada jenis破碎yang terasa seperti Allah melupakanmu. Saat hubungan berakhir, diagnosis datang, pintu menutup — kamu melihat ke sekeliling dan bertanya-tanya apakah ada seseorang yang mendengarkan.
Tetapi bagaimana jika破碎itu bukan akhir ceritamu? Bagaimana jika itu adalah titik engsel — momen di mana Allah turun tangan untuk melindungimu dari sesuatu yang tidak bisa kamu lihat?
Alkitab memberi kita gambaran yang mencolok dalam Yeremia 11. Nabi itu tidak tahu ada rencana jahat yang sedang dibentuk terhadapnya. Dia berjalan tanpa melihat bahaya ke depan. Tetapi Allah melihatnya. Dan Allah mewahyukan kepada Yeremia apa yang direncanakannya, sebelum semuanya menghancurkannya. Bagian ini membuka tirai tentang Allah yang secara aktif dan diam-diam melindungi — bahkan ketika segala sesuatu terlihat seperti sedang runtuh.
Kata "perlindungan" bisa terasa hampa saat kamu sedang berada di tengah malam yang membuatmu bertanya bagaimana kamu akan bertahan. Tetapi perlindungan tidak selalu berarti penyelamatan dari badai. Kadang-kadang artinya Allah sedang mengalihkan arah badai itu — menutup pintu yang kelihatannya adalah jawaban, tetapi sebenarnya akan membawamu ke tempat yang berbahaya. Kadang-kadang破碎adalah perisai.
Ini tidak berarti setiap hal sulit adalah hukuman atau bahwa Allah menyebabkan penderitaan. Ini berarti bahwa bahkan dalam破碎kita, kita tidak berada di luar kepedulian-Nya. Sang pengrajin melihat retakan sebelum tanah liat itu menyadarinya. Dan Dia tahu retakan mana yang perlu terjadi — dan retakan mana yang Dia pertahankan tetap utuh oleh kasih karunia-Nya.
Ada sebuah cerita yang saya bagikan dalam video hari ini yang tidak sempat saya muat di sini — tentang momen di mana melepaskan terasa seperti kehilangan, tetapi ketika menoleh ke belakang, itu adalah awal dari sesuatu yang hanya Allah yang bisa menuliskannya. Jika ini menggugah sesuatu di dalammu, saya ingin kamu merenungkannya sejenak.
Semoga kamu percaya bahwa破碎mu tidak berada di luar jangkauan-Nya. Semoga kamu menemukan keberanian yang tenang di ruang antara retakan dan proses penyembuhan.
A prayer
Bapa, kami mengakui bahwa ketika segala sesuatu hancur berantakan, kami sulit percaya bahwa tangan-Mu ada di dalamnya. Maafkan kami karena mengira Engkau jauh, padahal Engkau justru paling dekat. Bantu kami percaya bahwa kasih-Mu tidak meninggalkan kami di dalam破碎 — Dia menjumpai kami di sana. Ajar kami untuk bersandar pada perspektif-Mu ketika pandangan kami sangat terbatas. Kami menyerahkan hasilnya kepada-Mu, percaya bahwa Engkau melihat apa yang tidak dapat kami lihat. Dalam nama Yesus, amin.
Get God's message in your inbox each morning.
A short devotional, a verse, and a prayer. 6 AM ET, every day. Unsubscribe anytime.
We'll send a quick confirmation email. We never share your address.
Related devotionals

Damai Bukan Teka-Teki yang Dunia Bisa Pecahkan
Pernahkah Anda merasa lelah karena harus terus menjelaskan diri sendiri? Tuhan punya satu firman yang mengubah segalanya.

Tuhan Sedang Mengembalikan Apa yang Kauira Hilang
Yang kauira sudah hilang — tabungan, hubungan, masa depan yang kau rencanakan — mungkin belum hilang.

Allah Says: Cukup — Berhenti Menyebut Dirimu Rusak
Panggilan lembut namun tegas tentang kata-kata yang sudah kita ucapkan kepada diri sendiri selama bertahun-tahun